Proyek Pamsimas PU Gagal Berfungsi Dibangun Asal Siap, Diduga Anggaran Cair 100 Persen

Kota Langsa – (BIN) – Proyek Pamsimas tahun 2025 di Kota Langsa sangat tertutup, sulit diakses informasi letak proyek tersebut. Proyek Pamsimas merupakan program sanitasi dan air bersih bagi masyarakat, namun ada proyek Pamsimas tidak berfungsi, bahkan ada pipanisasi tidak tersambung ke rumah warga, jika pun tersambung airnya tidak bisa untuk di nikmati, karena air kuning dan mengandung karat.

Pantauan media Berita Indo News.com Biro Langsa, 22 Desember 2025, Menara Pamsimas Gampong Alue Pinang Timu, Kecamatan Langsa Timur, Kota Langsa, yang di bangun tahun 2024 di atas lahan sawit warga, ketika ditelusuri aliran pipanya tidak terlihat tersambung, lagi pun dilokasi tersebut tidak ada rumah warga, ini jelas program buang uang negara, di buat asal siap fungsi tidak ada, satu unit lagi menara di bangun di lahan pasar hewan Gampong Alue Merbo, juga ditemukan hal yang sama, tidak berfungsi, Pamsimas ini dibangun tahun 2024, harga satu unit Pamsimas tersebut sebesar Rp. 450 juta rupiah.

Salah satu unit Pamsimas yang dipantau hari yang sama yaitu yang dibangun di Gampong Asam Petik, Kecamatan Langsa Lama, Kota Langsa, tahun 2025, di duga juga belum berfungsi, dan ada dibeberapa titik Gampong di bangun Pamsimas ini, namun media ini sangat sulit mendapatkan informasi lokasi bangunan menaranya tersebut di bangun.

Gampong Asam Petek dilokasi bangunan PAMSIMAS tersebut tidak terlihat terpasang plang (papan nama) proyek, sehingga tidak diketahui nomor kontrak proyek, tanggal kontrak proyek, nama kegiatan (proyek), lokasi proyek, nilai kontrak (anggaran) proyek, sumber dana kegiatan (proyek), tanggal mulai SPMK, tanggal selesai proyek, tahun anggaran, dan pelaksana proyek.

Kembali ke Pamsimas tahun 2024 Hamzah, (56 tahun), warga Gampong Alue Pineung Timu mengatakan, bangunan Pamsimas tersebut dibangun pada tahun 2024 lalu. Namun Pamsimas itu tidak berfungsi, karena sudah setahun tidak mengeluarkan air minum, dan lagi pun tidak tersambung ke rumah warga, karena disitu tidak ada rumah warga, yang ada sawah, kebun sawit dan kantor Geuchik, rumah warga jauh-jauh, sebutnya.

Program proyek Pamsimas kementerian pekerjaan umum ini, tidak berfungsi sebagaimana yang di inginkan oleh pemerintah Kota Langsa, karena proyek tersebut diduga asal siap, mungkin Pamsimas yang ada di kota Langsa hampir semua menjadi barang rongsokan, termasuk yang di bangun tahun 2025 ini juga bakal tidak bermanfaat bagi masyarakat Gampong. Pembangunan fisik Pamsimas ini jauh dari pengawasan pemerintah daerah, termasuk konsultan, PPTK, KPA, dan Dinas Terkait, sehingga proyek Pamsimas tidak berfungsi.

Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), Konsultan , PPTK, Pengawas bangunan PAMSIMAS tahun 2024 harus bertanggung jawab, bangunan tak fungsi anggaran diduga sudah cair 100%

Program BBM proyek Pamsimas tahun 2025, KPA, PPTK, Konsultan, Pengawas di minta harus bertanggung jawab jika pamsimas tahun ini juga tidak berfungsi bisa di ajukan proses hukum, karena bangun Pamsimas itu pakai uang negara, tidak tanggung-tanggung satu unit Pamsimas itu Rp.500.juta rupiah.

Kepala Bidang Cipta Karya (Kabid CK) pada Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Kota Langsa, Suryadi, dikonfirmasi via pesan WhatsAp untuk bertemu keperluan konfirmasi memberi jawaban tidak ada waktu untuk bertemu, juga dengan PPTK tidak mau di konfirmasi, sehingga keterangan tentang proyek Pamsimas tahun 2025 dimana saja di bangun tidak dapat diperoleh media ini.

Penjabat Geuchik (Kepala Desa) Gampong Alue Pineung Timu, Kecamatan Langsa Timur dan Penjabat Geuchik Gampong Asam Petek, Kecamatan Langsa Lama, kedua penjabat ini di hubungi secara langsung tidak ada di tempat, sampai berita ini dikirim ke redaksi.

(Mustafa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *