Ayam Petelor Program Ketahan Pangan Gampong Paya Bujok Seulemak Langsa Baro Bisa Jadi Pilot projek Pemerintah Kota Langsa

Kota Langsa – (BIN) – Ketahanan pangan adalah kondisi terpenuhinya pangan bagi seluruh rakyat, yang tercermin dari tersedianya pangan yang cukup, aman, beragam, bergizi, merata, dan terjangkau, sehingga memungkinkan setiap individu hidup sehat, aktif, dan produktif secara berkelanjutan, yang mencakup empat pilar: ketersediaan, akses, pemanfaatan, dan stabilitas. Ini bukan hanya tentang jumlah makanan, tetapi juga tentang kualitas, distribusi, kemampuan ekonomi untuk membeli, dan penggunaan gizi yang seimbang agar tidak ada ancaman kelaparan.

Gampong Paya Bujok Seulemak, Kecamatan Langsa Baro, Kota Langsa, Aceh menunjukkan langkah nyata dalam memperkuat kemandirian pangan Gampong (Desa). Melalui pengembangan peternakan ayam petelur, pemerintah Gampong bersama warga setempat berhasil menciptakan model pemberdayaan yang bukan hanya produktif secara ekonomi, tetapi juga bermanfaat langsung bagi warga.

Peternakan yang dikelola secara individual ini, setiap hari, sekitar 100-150 butir telur dihasilkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Sebagian besar hasil produksi dijual untuk penyediaan pakan.

Geuchik (Kepala Desa) Gampong Paya Bujok Seulemak, M.Syarifuddin, Kepada media Berita Indo News Biro Langsa, Senin, 5 Januari 2026 mengatakan bahwa peternakan ayam petelor tersebut bisa menjadi contoh bagaimana Gampong bisa menggerakkan ekonomi berbasis pangan lokal, program ketahanan Gampong Paya Bujok Seulemak bukan saja ayam petelor, tetapi ada juga program ternak ikan lele dua tempat, program hidroponik, serta program pengembangan bebek petelur, sebut Geuchik M.Syarafuddin.

Inisiatif ini bukan hanya menguatkan ekonomi Gampong Paya Bujok Seulemak, tetapi juga memastikan kebutuhan protein masyarakat terpenuhi dengan harga terjangkau dan kualitas yang baik,” ujar geuchik.

Menurut pengelola, salah satu program ketahanan pangan Ayam Petelor, Rusli, produksi telur dari program ketahanan Gampong seperti ini bisa membuat Gampong tidak lagi bergantung pada suplai dari luar wilayah. Keberadaan peternakan ini juga mendukung program ketahanan pangan yang saat ini menjadi prioritas pemerintah pusat, sebutnya.

Rusli juga mengungkapkan bahwa peternakan tersebut kini memelihara 300 ekor ayam petelur. Dari jumlah itu, Gampong (desa) mampu menghasilkan sekitar 150 butir setiap hari.

Pemerhati Ketahanan Pangan Kota Langsa, Hamid, mengatakan bahwa pembangunan peternakan ini dibiayai dari Dana Desa yang dialokasikan untuk program ketahanan pangan. Menurutnya, Gampong Paya Bujok Seulemak adalah salah satu Gampong yang mengembangkan potensi lokal secara optimal.

“Setiap Gampong (desa) di Kota Langsa dapat menyesuaikan programnya dengan potensi masing-masing. Ada yang membangun peternakan kambing, ada juga yang fokus pada hidroponik. Payah Bujok Seulemak memilih ayam petelur, ternak ikan lele, hidroponik dan hasilnya sangat positif, dan ini bisa jadi pilot projek Gampong Lain yang ada di wilayah Pemerintah Kota Langsa,.ujar Hamid.

(Mustafa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *