PTS (Parsadaan Toga Simamora) Tunjukkan Kepedulian kepada Korban Kebakaran, Berikan Bantuan dan Dukungan”

Tapanuli Utara – (BIN) – Kepedulian dan solidaritas marga kembali ditunjukkan Parsadaan Toga Simamora (PTS) dengan mengunjungi keluarga korban kebakaran di Dusun Ria Nauli, Desa Hutatinggi, Kecamatan Parmonangan, Rabu (7/1/2026).

Kunjungan tersebut menjadi wujud nyata kebersamaan dan empati PTS Simamora terhadap keluarga yang tertimpa musibah kebakaran. Dalam suasana penuh haru, jajaran pengurus PTS menyampaikan dukacita mendalam serta memberikan penghiburan kepada keluarga korban agar tetap kuat dan tabah menghadapi cobaan.

Sebelum pelaksanaan kunjungan, PTS Simamora telah berkoordinasi dengan Bupati Tapanuli Utara, Dr. Jonius Taripar Hutabarat, S.Si., M.Si., dengan rencana untuk bersama-sama mengunjungi keluarga korban. Namun, karena agenda kedinasan Bupati yang bersifat mendesak dan tidak dapat ditunda, Bupati Tapanuli Utara berhalangan hadir dalam kegiatan tersebut.

Ketua Umum PTS, John Suhartono Purba, dalam sambutannya menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas peristiwa kebakaran yang merenggut nyawa salah satu anggota keluarga.

“Musibah ini tentu menjadi duka yang sangat mendalam, bukan hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi seluruh Punguan Toga Simamora. Kami hadir untuk menyampaikan bahwa keluarga tidak sendiri. PTS berdiri bersama keluarga dalam doa dan pengharapan,” ungkapnya.

Di akhir sambutannya, Ketua Umum PTS menutup dengan umpasa Batak:

“Dolok ni Simalungun ma tu Dolok ni Simamora, sai salpu ma akka na lungun, sai ro ma akka si las ni roha,”

yang bermakna harapan agar duka segera berlalu dan kabar sukacita kembali menyertai keluarga.

Sementara itu, Pandapotan Purba selaku Ketua Purba PTS juga menyampaikan belasungkawa dan mengajak keluarga korban untuk tetap bersandar kepada Tuhan.

“Dalam kondisi seberat apa pun, mari kita tetap berdoa dan menyerahkan diri sepenuhnya kepada Tuhan. Dialah sumber kekuatan dan penghiburan sejati,” tuturnya.

Penasehat PTS, Ramli Simamora, turut menyampaikan pesan penguatan kepada keluarga korban.

“Musibah ini memang berat, namun kebersamaan dan persaudaraan adalah kekuatan kita. PTS hadir bukan hanya membawa bantuan, tetapi juga membawa hati, doa, dan komitmen untuk saling menopang sebagai satu keluarga besar Simamora,” ujarnya.

Sementara itu, Horhon Hottua Purba selaku Sekretaris Umum PTS Taput menyampaikan ucapan duka secara singkat namun penuh makna.

“Kami turut berdukacita sedalam-dalamnya. Kiranya Tuhan memberikan penghiburan dan kekuatan bagi seluruh keluarga yang terdampak,” ucapnya.

Sebagai simbol doa dan penguatan batin, PTS Simamora menyerahkan boras sipir ni tondi kepada keluarga korban, sebagai harapan agar diberikan ketabahan, kekuatan, serta kemampuan untuk bangkit dari cobaan yang dialami.

“Musibah ini meninggalkan duka mendalam. Kiranya keluarga yang ditinggalkan dikuatkan dan diteguhkan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa,” ujar perwakilan PTS saat menyampaikan belasungkawa.

Selain dukungan moril, PTS Simamora juga menyalurkan bantuan berupa bahan pangan untuk membantu meringankan beban keluarga korban dalam masa pemulihan.

Mewakili keluarga korban, Darbin Simamora bersama Op. Joshua menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi atas perhatian serta kepedulian Punguan Toga Simamora.

“Kehadiran PTS sangat berarti bagi kami. Ini menjadi penguat dan penghiburan di tengah duka yang kami alami,” ungkapnya.

Kegiatan solidaritas tersebut turut dihadiri sejumlah pengurus PTS, di antaranya Budi Simamora selaku Ketua III Simamora, Tumbur Hutasoit sebagai Bendahara, Ferdinan Manalu selaku Ketua Manalu, Water Simamora selaku Sekretaris PTS Kecamatan Parmonangan, serta Bangun M.T Manalu, selaku humas.

Diketahui, peristiwa kebakaran terjadi pada 1 Januari 2026 dan menghanguskan dua unit rumah warga, masing-masing milik almarhum Lamser Simamora yang meninggal dunia akibat kejadian tersebut serta rumah milik Parningotan Taraja. Musibah ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban dan masyarakat sekitar.

Solidaritas yang ditunjukkan Parsadaan Toga Simamora menjadi bukti bahwa nilai persaudaraan, gotong royong, dan kepedulian sosial masih hidup dan terus dijaga di tengah masyarakat.

(BMT.Manalu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *