Tapanuli Utara – (BIN) – Bupati Tapanuli Utara, Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, bersama Dandim 0210/Tapanuli Utara, Letkol Kav Ronald Tampubolon, S.H., M.Han., melakukan kunjungan kerja untuk meninjau langsung progres pembangunan jembatan yang rusak akibat bencana alam hidrometeorologi pada 24 Desember 2025 di Kecamatan Purbatua, Sabtu (10/01/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Bupati dan Dandim didampingi oleh unsur Pemerintah Daerah Kabupaten Tapanuli Utara, Forkopimca Kecamatan Purbatua, serta Kepala Desa Janjinauli dan tokoh masyarakat setempat. Mereka melakukan pengecekan progres pembangunan jembatan di Aek Sipurik-purik, yang merupakan akses vital bagi masyarakat Desa Janjinauli dan sekitarnya.
Bupati Tapanuli Utara, JTP Hutabarat, menegaskan bahwa percepatan pembangunan infrastruktur pascabencana menjadi prioritas pemerintah daerah untuk memulihkan aktivitas dan perekonomian masyarakat. “Kami ingin memastikan pembangunan jembatan ini berjalan sesuai rencana, aman, dan dapat segera dimanfaatkan kembali oleh masyarakat,” ujarnya.
Selain meninjau jembatan, rombongan juga melakukan pengecekan jalur Sungai Aek Sipurik-purik yang akan dinormalisasi untuk mencegah bencana serupa di masa depan. Bupati mengajak masyarakat setempat, terutama petani, untuk bergotong royong setelah normalisasi sungai selesai. “Setelah sungai dinormalisasi, kami berharap masyarakat bersama para petani dapat bergotong royong membenahi langkah-langkah lanjutan. Pemerintah kecamatan dan desa akan membantu melalui dukungan fasilitas yang dibutuhkan,” tutur Bupati.
Dandim 0210/Tapanuli Utara, Letkol Kav Ronald Tampubolon, menekankan pentingnya sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam upaya pemulihan pascabencana. “TNI siap mendukung pemerintah daerah dalam setiap tahapan, baik rehabilitasi maupun rekonstruksi, agar keamanan dan keselamatan masyarakat tetap terjaga,” ujarnya.
Kunjungan kerja ditutup dengan peninjauan ke SMP Negeri 1 Kecamatan Purbatua, sebagai bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap sarana dan prasarana pendidikan di wilayah terdampak bencana.
(BMT.Manalu)






