Kota Langsa – (BIN) – Ada 66 Gampong di Wilayah Kota Langsa dan puluhan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di duga tidak ada kerja sama penyediaan Bahan Pangan dengan Gampong, diduga akibat Gampong (Desa) di Kota Langsa tidak Siap dengan program Ketahanan Panganya, hubungan antara ketahanan pangan Gampong (desa) dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tidak terjalin kerja sama. Seharusnya SPPG berfungsi sebagai hilirisasi pangan lokal dari pedesaan untuk mendukung program pemenuhan gizi masyarakat, terutama program makan bergizi gratis (MBG) yang di himpun media Indi news, Biro Langsa dari berbagai informasi, Ju’mat, 16 January 2026.
Salah seorang permerhati kerja- kerja Gampong, Sayed, pada hari yang sama mengatakan Seharusnya, hubungan utama pemanfaatan pangan Lokal SPPG menjadi jembatan yang menghubungkan produksi pangan di tingkat Gampong seperti, petani, peternak, nelayan dengan kebutuhan konsumsi program gizi, memastikan pangan Gampong terserap dan dimanfaatkan secara optimal. Hal ini secara langsung mendukung pilar ketahanan pangan Gampong (desa), yaitu ketersediaan dan akses pangan.
” Gampong dengan program Ketahanan Panganya bisa memproduksi tanaman seperti tamanan kangkung, bayam, sawi, selada melalui media hidroponiknya, budidaya dengan pola hidroponik ini tanpa pestisida layak untuk SPPG” sebutnya.
Juga produk Pangan lain di Gampong juga seperti telur ayam bisa di dapatkan, jika Gampong siap dengan semua kebutuhan di SPPG yang ada.
Kerjasama antara Gampong dan SPPG sebagai penguatan Ekonomi Gampong (Desa) dengan menyerap hasil panen produk Pangan Gampong, dan SPPG berkontribusi pada peningkatan kesejahteraan petani dan pelaku UMKM pangan di Gampong (desa), membuka lapangan kerja baru dalam rantai pasok pangan, dari produksi hingga pengolahan dan distribusi.
Lanjutnya, ” Gampong sepertinya tidak Siap, sudah beberapa tahun Gampong memiliki program Pangan, namun tidak ada satu pun yang berkembang, programnya hanya serimonial penanggung jawaban anggaran saja, setalah itu lenyab”, sebutnya.
Untuk mengetahui sejauh mana Gampong bekerja sama dengan SPPG sebagai penerima bahan pangan dari Gampong jawaban yang di peroleh media ini tidak ada satu pun Gampong di Kota Langsa yang telah membuka peluang kerjasa, malah ada geuchik (Kepala Desa) menyebutkan SPPG Jalan sendiri tanpa ada upaya mengajak Gampong bekerja sama dalam hal penyediaan bahan pangan seperti sayuran dan lainnya, sebut Salah seorang geuchik.
Secara ringkas, SPPG mentransformasi hasil produksi pangan desa menjadi konsumsi gizi yang terstruktur, sehingga memperkuat kemandirian pangan di tingkat lokal sekaligus memberikan dampak ekonomi dan kesehatan yang positif bagi masyarakat desa.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong (DPMG) Kota Langsa, Dewi Nursanti, S.H., M.H, saat di tanya media ini melalui wharshappnya dihari yang sama menyebutkan, bahwa ada wacana beberapa Gampong ingin bekerja sama dengan SPPG yang ada di Kota langsa, karena ada bencana banjir yang terjadi pada tanggal, 26 November 2026, wacana ini tertunda, hal di dapat informasi geuchik (Kepala Desa), sebut Dewi Nursanti dalam tulisan wharshapp.
Keterangan Dari Geuchik lainnya tidak diperoleh karena wharshapp media ini tidak di jawab, dan dengan para pengelola SPPG di Kota Langsa belum terkonfirmasi masalah kerjasama dengan Gampong dalam hal pemanfaatan bahan pangan dari Gampong sampai berita ini di kirem ke redaksi.
(Mustafa)






