Palembang – (BIN) – Suasana khusyuk menyelimuti Masjid Adhari Hamsah di Jalan Jepang, Kelurahan Sako, Kecamatan Sako, Palembang, saat ratusan jamaah mengikuti peringatan malam Nisfu Sya’ban, Senin (02/02). Kegiatan ini menjadi refleksi spiritual sekaligus ajakan memperkuat keimanan menjelang bulan suci Ramadan.
Ketua Bidang Imarah Masjid Adhari Hamsah, Ust. Ahmad Bukhori, menyampaikan bahwa Nisfu Sya’ban merupakan malam penuh keutamaan yang tidak sepatutnya dilewatkan.
“Malam Nisfu Sya’ban adalah malam di mana Allah SWT mengijabah doa-doa hamba-Nya. Momentum ini sangat berharga, sebab kita tidak pernah tahu apakah tahun depan masih diberi kesempatan untuk bertemu kembali,” ujarnya.
Menurutnya, Nisfu Sya’ban juga menjadi titik awal bagi umat Islam untuk berbenah diri sebelum memasuki Ramadan.
“Yok mari sama-sama kita perbaiki diri, membersihkan hati, dan mempersiapkan diri menyambut Ramadan. Rasulullah SAW menyebutkan, siapa yang bergembira menyambut Ramadan, maka Allah haramkan jasadnya dari api neraka,” tutur Bukhori.
Ia menambahkan, Masjid Adhari Hamsah secara konsisten menggelar kegiatan keagamaan, seperti zikir taubat, Ratib Samman, dan Ratibul Haddad setiap Ahad Subuh, serta majelis ilmu dan kuliah subuh rutin pada akhir pekan.
Sementara itu, Wakil Ketua Pengurus Harian Masjid Adhari Hamsah, Muhammad Saipul Anwar, mewakili Ketua Umum Muhammad Aidil Adhari, ST, mengajak masyarakat untuk menjadikan masjid sebagai pusat aktivitas ibadah selama Ramadan.
“Masjid ini genap berusia satu tahun sejak Nisfu Sya’ban lalu. Alhamdulillah, antusias masyarakat sangat tinggi. Kami berharap Ramadan nanti Masjid Adhari Hamsah semakin ramai dengan kegiatan ibadah dan silaturahmi,” katanya.
Masjid Adhari Hamsah diketahui didirikan oleh anak dari Aidil Adhari sebagai wujud amal jariyah, dengan niat menghadirkan rumah Allah yang terus memberi manfaat bagi umat dan menjadi ladang pahala yang mengalir tanpa henti.
Dewan Pembina Masjid Adhari Hamsah, Nora Melinda, SH, MH, menilai keberadaan masjid ini bukan sekadar bangunan fisik, tetapi simbol kepedulian sosial dan spiritual.
“Masjid Adhari Hamsah lahir dari niat amal jariyah yang mulia. Ini menjadi contoh bahwa masjid dapat berperan sebagai pusat pembinaan umat, penguatan akhlak, dan perekat kebersamaan masyarakat,” ujarnya.
Sementara Dewan Pengawas, Andri Meilansyah, SH, MH, CHRM, CMSP, menekankan pentingnya kesinambungan program keagamaan yang dikelola secara amanah.
“Kegiatan rutin yang terjaga dan semangat keterbukaan kepada masyarakat adalah kekuatan masjid ini. Kami berharap Masjid Adhari Hamsah terus tumbuh menjadi pusat syiar Islam yang memberi dampak positif dan berkelanjutan,” katanya.
Melalui peringatan Nisfu Sya’ban ini, Masjid Adhari Hamsah menegaskan perannya sebagai ruang ibadah, refleksi diri, dan penguatan nilai amal jariyah dalam menyongsong datangnya bulan suci Ramadan.
(*)






