Taput Bukan Sekadar Tempat Hiburan, KNPI: Hormati Identitas Daerah Religius

Tapanuli Utara – (BIN) – Keberadaan Tempat Hiburan Malam (THM) di Kabupaten Tapanuli Utara kini menuai sorotan tajam dari berbagai kalangan. Daerah yang selama ini dikenal sebagai pusat wisata rohani dan keagamaan di Sumatera Utara dinilai mulai tercoreng oleh maraknya aktivitas hiburan malam yang diduga kian menjamur.

Kecaman keras datang dari Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Tapanuli Utara di bawah komando Piter Sinaga. Dalam keterangannya kepada wartawan, Kamis (09/04/2026), Piter menyampaikan pernyataan tegas dan bernada keras terhadap kondisi tersebut.

“Ini bukan lagi persoalan kecil. Ini sudah menyangkut wajah dan marwah Kabupaten Tapanuli Utara sebagai daerah religius. Kalau dibiarkan, ini bisa merusak generasi muda kita secara sistematis,” tegas Piter.

Ia menilai keberadaan THM tidak hanya menimbulkan keresahan di tengah masyarakat, tetapi juga menjadi ancaman nyata terhadap nilai-nilai moral yang selama ini dijunjung tinggi.

“Jangan anggap sepele. Ini bukan sekadar tempat hiburan, tapi potensi kerusakan sosial. Pemerintah dan aparat jangan tutup mata. Kalau perlu, kami yang akan turun langsung,” ujarnya dengan nada tinggi.

Piter juga mengungkapkan sejumlah lokasi yang menjadi perhatian KNPI, seperti Cafe Amor Star yang berada di perbatasan Kabupaten Tapanuli Utara dengan Toba, serta Cafe Lute yang berada di kawasan perkotaan Tarutung dan beberapa THM lainnya. Menurutnya, tempat-tempat tersebut diduga masih beroperasi dan luput dari pengawasan maksimal.

“Fakta di lapangan jelas. Tempat-tempat ini beroperasi. Pertanyaannya, siapa yang membiarkan? Jangan sampai ada pembiaran yang disengaja. Ini harus diusut,” katanya.

Lebih lanjut, Piter mengungkap adanya laporan masyarakat terkait dugaan pelanggaran jam operasional THM yang dinilai sudah melewati batas kewajaran.

“Kami juga mendapatkan laporan dari masyarakat tentang jam operasional yang sudah melewati batas. Ini izinnya dari mana kok bisa beroperasi sampai jam 3 atau jam 4 subuh? Masyarakat sudah beberapa kali mengadu ke kita, ini mau digimanakan?” terang Piter dengan nada tegas.

KNPI Taput, lanjut Piter, memberikan “alarm keras” kepada pemerintah daerah dan aparat penegak hukum agar segera bertindak tegas melalui penertiban dan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh THM di wilayah tersebut.

Ia bahkan menegaskan, pihaknya siap menggerakkan kekuatan pemuda untuk turun ke lapangan jika tidak ada langkah konkret dalam waktu dekat.

“Kalau tidak ada tindakan, kami pastikan KNPI bersama organisasi kepemudaan lainnya akan turun. Ini bukan ancaman, ini komitmen. Kami tidak akan diam melihat daerah ini kehilangan jati dirinya,” tandasnya.

Meski demikian, Piter menegaskan bahwa KNPI tidak menolak keberadaan usaha hiburan secara keseluruhan. Namun, ia mengingatkan agar seluruh pelaku usaha tetap berjalan sesuai aturan dan tidak melenceng dari norma serta kearifan lokal.

“Kami bukan anti hiburan. Tapi harus jelas batasnya. Jangan sampai kebebasan dijadikan alasan untuk merusak tatanan sosial. Taati aturan, hormati identitas daerah,” tutupnya.

(BMT.Manalu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *