Palembang – (BIN) – Pengurus Provinsi Taekwondo Indonesia (Pengprov TI) Sumatera Selatan menargetkan prestasi maksimal dalam ajang Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Taekwondo Cadet dan Junior 2026 yang akan digelar di Samarinda, Kalimantan Timur, pada 22–26 April 2026. Selain itu, Pengprov juga membidik hasil gemilang dalam Kejuaraan Laskar Pelangi Sport Tourism Taekwondo Challenge yang berlangsung di Kepulauan Bangka Belitung pada 24 April 2026.
Ketua Pengprov TI Sumsel, Hj. Meilinda, S.Sos., M.M., menyampaikan bahwa pihaknya akan memberangkatkan delapan atlet terbaik yang telah dipersiapkan secara matang, baik dari segi teknik maupun mental bertanding.
“Agenda utama kami adalah pemberangkatan delapan atlet untuk mengikuti Kejurnas di Samarinda. Ini merupakan ajang resmi dari PB Taekwondo Indonesia, sehingga kami menargetkan raihan medali emas sebagai tolok ukur prestasi,” ujar Meilinda.
Adapun delapan atlet yang akan mewakili Sumatera Selatan pada Kejurnas tersebut yakni Ridho Ahmad Maulana Raditya (Junior U-48), Muhammad Arya Raditya (Junior U-51), Saddam Muda Putra Lubay (Junior U-55), Abdul Zaky Arshavin (Junior U-59), Kimi Damar Umi Hermawan (Cadet U-41), Laras Marsyahira (Junior U-52), Christian Lie (Recognize Poomsae Junior Individual Putra), serta Habil Al Rasyid (Junior U-68).
Para atlet akan didampingi oleh pelatih Dwi Andriyan Fathorozi selama mengikuti kejuaraan.
Sementara itu, Sekretaris Pengprov TI Sumsel, Carli Junicef Vratama, S.Pi., M.Si., menjelaskan bahwa atlet yang diturunkan berasal dari kategori cadet (U-14) dan junior (U-17), yang telah memenuhi standar kompetisi nasional.
Tak hanya fokus pada Kejurnas, Pengprov TI Sumsel juga akan mengirimkan empat atlet dan satu pelatih untuk mengikuti Kejuaraan Piala Kementerian Hukum dan HAM di Belitung pada 24 April 2026.
“Untuk kejuaraan di Belitung, target kami adalah juara umum. Atlet yang diturunkan merupakan mereka yang sudah matang dari sisi latihan dan pengalaman bertanding,” katanya.
Terkait dukungan, pihaknya menyebut kebutuhan keberangkatan atlet sebagian besar telah difasilitasi melalui berbagai bantuan. Ke depan, atlet juga akan mendapatkan pembinaan berkelanjutan melalui program unggulan daerah.
“Mereka mendapat dukungan berupa uang pembinaan bulanan dan masuk dalam program seperti Sriwijaya Gold serta pembinaan BPLP. Ini penting untuk menjaga konsistensi prestasi atlet,” jelasnya.
Meski demikian, Pengprov TI Sumsel mengakui bahwa saat ini pembinaan atlet masih terpusat di Kota Palembang. Ke depan, diharapkan pembinaan dapat lebih merata hingga ke kabupaten/kota lain di Sumatera Selatan.
“Harapannya tidak hanya Palembang yang mendominasi, tetapi daerah lain juga bisa melahirkan atlet berprestasi,” tutupnya.
Dengan persiapan matang dan dukungan pembinaan berkelanjutan, Sumatera Selatan optimistis mampu bersaing dan mengharumkan nama daerah di tingkat nasional.
(*)






