Lampung Tengah – (BIN) – Lapangan Kantor Kecamatan Anak Ratu Aji dipadati tamu undangan. Bukan siswa, tapi seluruh unsur pimpinan kecamatan turun langsung untuk upacara peringatan Hari Lahir Pancasila ke-81.
Bertindak sebagai inspektur upacara Camat Anak Ratu Aji Bapak Suhaimi. Pemimpin upacara Babinsa setempat. Yang bikin beda, peserta upacara tahun ini diisi para pimpinan instansi dan lembaga pendidikan se-Anak Ratu Aji. “Biar Pancasila jadi teladan dari atas dulu,” kata panitia.
*Siapa Saja yang Hadir?*
Upacara ini dihadiri lengkap oleh unsur Forkopimcam dan kepala lembaga pendidikan:
1. *Forkopimcam* Kecamatan Anak Ratu Aji
2. *Ka UPT Dinas/Puskesmas* Kecamatan Anak Ratu Aji
3. *Pengurus MKKS/Sutraya SMP* – Musyawarah Kerja Kepala Sekolah SMP
4. *Pengurus KKKS SD* – Kelompok Kerja Kepala Sekolah SD
5. *Kepala MA/SMA* Kecamatan Anak Ratu Aji
6. *Kepala SMP/MTs* Kecamatan Anak Ratu Aji
7. *Kepala SD/MI* Kecamatan Anak Ratu Aji
8. *Kepala TK/Kober* – Taman Kanak-kanak/Kelompok Bermain se-Anak Ratu Aji
9. *Pendamping PKH & TKSK* Kecamatan Anak Ratu Aji

Komplit dari unsur pemerintahan, kesehatan, pendidikan, sampai sosial. Jarang ada upacara yg ngumpulin semua lini sekaligus.
*Pesan Camat Suhaimi: Pancasila Itu Kompas*
Dalam amanatnya, Camat Suhaimi ngingetin 1 Juni 1945 sebagai hari lahir Pancasila. “81 tahun Pancasila. Tantangan 2026 beda sama 1945. Dulu lawan penjajah, sekarang lawan hoaks, malas, dan perpecahan. Pancasila itu kompas kita. Sila 2 ajarin peduli, Sila 3 ajarin satu, Sila 5 ajarin adil,” tegasnya.
Beliau juga nyorot kenapa semua kepala lembaga diundang. “Kalau puskesmas ngerti Sila 2, pelayanannya pasti beda. Kalau Kepsek ngerti Sila 3, muridnya nggak akan tawuran. Kalau pendamping PKH ngerti Sila 5, bantu warganya pasti adil. Pancasila harus jalan di kantor, di sekolah, di puskesmas,” ujarnya.
*Dari Upacara ke Program “Satu Desa Satu Gotong Royong”*
Usai upacara, Forkopimcam + para Kepsek Pendamping PKH ngobrol santai. Ngasilin ide: lomba cerdas cermat 4 Pilar, pelatihan anti-hoaks buat warga, sampai program “Satu Desa Satu Gotong Royong” tiap Jumat pagi.
Acara ditutup foto bareng bentang spanduk “Pancasila Jiwa Pemersatu Bangsa”. Spanduk itu bakal muter ke tiap sekolah dan puskesmas sebulan ke depan.
81 tahun Pancasila. Di Anak Ratu Aji, pesannya masih sama: bersatu, gotong royong, adil untuk semua.
(HAZWARSYAH)






