Kapal Tongkang Prima Samudra 2 Balik Papan Tabrak Lari Kapal Nelayan Saat Memancing

Bangka – (BIN) – Selasa, 20/01/2026 sekitaran pukul 04.00 wib pagi Kapal Tongkang Prima Samudra 2 Balik Papan melewati kawasan laut perairan Kapal Thailand yang kerap disebut para nelayan guna untuk memancing ikan.

Keterangan narasumber dan langsung dari Nahkoda kapal itu sendiri Rahmat warga dari Jalan Putus mengatakan, ” Iya bang kita sering memancing dikawasan perairan laut kapal thailand disitu, saya sendiri waktu itu sudah 2 hari berada di perairan tersebut bang dan saat pukul 04.00 wib pagi kurang lebih saya mau beristirahat dan tiba tiba terdengar bunyi yang sangat besar.

Lalu saya pun melihat dengan jelas bahwa Kapal Tongkang yang bernama Prima Samudra 2 Balik Papan yang di iringi atau di tarik oleh kapal tugboat menabrak kapal saya, saya pun panik untuk menyelamatkan diri.

Ketika kejadian tersebut saya dengan panik mecoba menaiki Kapal Tongkang itu sendiri dari Kamar Kapal saya yang saya miliki pada saat kejadian saat benturan tabrakan terjadi.

Lalu saya pun mengikuti kapal Tongkang itu selama 7 jam, setelah waktu disiang hari tepat nya pukul 11.30 wib saya pun mencoba terjun dari Tongkang itu dan berteriak meminta pertolongan ke salah satu Perahu kecil yang sering disebut kolek – kolek yang dimiliki oleh Bapak Sofyan, dan ia dengan sigap menyelamatkan saya selaku korban dari tabrakan lari dari Kapal Tongkang itu sendiri, jarak tempuh pada saat saya meminta pertoloangan kepada Bapak Sofyan selaku yang memiliki perahu kecil yang kerap di sebut kolek – kolek itu kurang lebih 9 mil dari daratan.

Saya sendiri pun sempat berteriak mencoba memangil ABK orang yang berada didalam tugboat itu, tapi sangat disayangkan ABK tersebut cuek dan tidak menghiraukan teriakan saya.”ungkapnya.

Tidak sampai disitu saat awak media mengkonfirmasi ke ketua (HNSI) Lukman dan ia pun mengatakan, ” Saya selaku ketua HNSI hanya meminta pertanggung jawabannya dengan kejadian tabrak lari dari Kapal Tongkang perusahaan itu sendiri agar bisa memberi kompensasi kepada Nelayan kita, mengingat itu adalah mata pencaharian nafkah untuk nelayan kita, total kerugian dari nelayan kita itu sendiri kurang lebih dari 150 juta.

Dan untuk saat ini saya selaku dari Ketua HNSI ingin mencoba berkodinasi kepada pihak perusahaan yang ada di Kalimatan tepat nya yang berada di Balik Papan , “Pungkasnya.

(N.Robiansyah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *