Tiga Unit Bangunan SMPN 7 Rusak Berat Akibat Angin Kencang 

Kota Langsa – (BIN) – Dua batang pohon Trembesi Sebuah tumbang menimpa bangunan SMP Negeri 7 Gampong Simpang Wie, Kecamatan Langsa Timur, Kota Langsa, Aceh, pada saat angin kencang pada akhir tahun lalu menyebabkan kerusakan serius pada beberapa gedung sekolah tersebut. Salah satu bangunan akibat insiden ini rusak berat.

Pantauan media Berita Indo News.com, Biro Langsa, Jum’at, 30 Januari 2026, bangunan rusak berat yaitu mushola, semua atap dan rangkanya patah, dan juga rusak di dalam bangunan, biasanya mushala ini sering di gunakan oh siswa untuk sholat dhuhur berjamaah, namun sudah hampir dua bulan tidak bisa di laksanakan. Rusaknya bangunan ini akibat tertimpa pohon trembesi yang tumbuh berdekatan dengan mushala tersebut.

Selanjutnya, Bangunan kamar water closet (WC) yang berdekatan dengan mushala juga ikat tertimpa pohon kayu trembesi membuat atap bangunan juga rusak diduga rangka atapnya patah, namun WC tersebut masih bisa digunakan oleh siswa.

Bangunan Pustaka tidak jauh dari WC juga rangka dan atapnya rusa, plafon rusak dibagian luar, namun tidak menggangu aktivitas di dalam bangunan.

Menurut sumber penjaga sekolah, dua pohon trembesi yang tumbuh berdekatan dengan ketiga bangunan itu, patah batang, akibat angin kencang pada tahun lalu yang disertai banjir setinggi kurang lebih 1 meter yang ikut memendam sekolah SMP negeri 7 ini, ia mengatakan air banjir mengendap hampir empat hari di lokasi sekolah tersebut.

” Bangunan mushola yang sangat parah rusaknya, dan perlu perbaikan segera karena mushola itu digunakan oleh siswa sholat dhuhur berjamaah di dalamnya,” ucapnya.

Warga sekitar sekolah, yang belum diketahui namanya menyebutkan, kerusakan ketiga bangunan diperkirakan menimbulkan kerugian materil sebesar Rp 50 juta hingga Rp 100 juta rupiah. Dua batang kayu berdiameter sekitar 20 cm menghantam atap dan bagian ketiga bangunan tersebut.

Ia berharap Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota segera melakukan perbaikan terhadap tiga bangunan yang rusak tersebut, agar proses belajar siswa tidak terganggu.

Kepala sekolah SMPN 7 Gampong Simpang Wie, Erwin, saat hendak di konfirmasi belum berhasil sampai berita ini di kirim ke redaksi.

(Mustafa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *