“Wartawan Maju Simanungkalit Meninggal Dunia Setelah Kecelakaan Tunggal di Tapanuli Utara, Komunitas Wartawan Tanggul Tarutung Berduka”

Tapanuli Utara – (BIN) – Maju Simanungkalit Bapak Rani, sebagai wartawan Media Online independen news, mengalami kecelakaan tunggal di jalan Desa Hutaraja Hasundutan menuju Dusun Hau Sisada-sada, Kecamatan Sipoholon, Kabupaten Tapanuli Utara, pada Jumat malam tanggal 23 Januari 2026.

Menurut informasi dari pihak keluarga, Maju Simanungkalit Bapak Rani ditemukan tergeletak di lokasi kejadian oleh pengendara yang melintas. dan langsung dilarikan ke Puskesmas Sitadatada Perumnas untuk mendapatkan pertolongan pertama.

Namun karena keterbatasan peralatan medis dan melihat kondisi korban kecelakaan yang tidak memungkinkan ditangani di puskesmas, disarankan dibawa menuju ke Rumah sakit Tarutung.

Sesampainya dirumah sakit Tarutung korban kecelakaan Maju Simanungkalit (Bapak Rani) langsung mendapatkan perawatan awal. Setelah mendapatkan perawatan awal, Maju Simanungkalit Bapak Rani, sadar dan meminta pulang kerumahnya, meskipun disarankan pihak Rumah sakit agar dirawat inap.

Selain pihak dari rumah sakit, sebagai istri, Mak Rani Boru Panjaitan dan keluarga dekatnya juga meminta pada Maju Simanungkalit, agar dirawat inap dulu, namun karena tidak mau juga dan menyampaikan kalau drinya tidak apa-apa. Pihak rumah sakit memberikan izin atas permintaan sendiri, namun pihak keluarga harus menandatangani kalau Pihak Rumah sakit tidak ada menolak pasien. dan tidak bertanggungjawab atas kondisi pasien.

Lalu Maju Simanungkalit (Bapak Rani), dibawa pulang ke rumahnya, namun tak lama kemudian mengeluhkan rasa sakit dibagian perutnya. Tanpa tunggu waktu lama dilarikan menuju Siborongborong ke Rumah sakit Santa Lucia, dan langsung diberikan pertolongan.

Namun yang terjadi semuanya diluar dugaan keluarga, pada subuh sekitar pukul 3.30 Wib, Sabtu 24 Januari 2026, Maju Simanungkalit Bapak Rani sudah tidak bernyawa lagi.

Maju Simanungkalit (Bapak Rani), meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan tunggal di jalan Desa Hutaraja Hasundutan menuju Dusun Hau Sisada-sada, Kecamatan Sipoholon, Kabupaten Tapanuli Utara, pada Jumat malam tanggal 23 Januari 2026.

Kabar duka ini menyelimuti rasa sedih dan tidak percaya dari komunitas wartawan Partungkoan Tanggul Tarutung dengan meninggalnya Maju Simanungkalit Bapak Rani.

Mendengar kabar tersebut, seluruh wartawan di Tarutung merasa terkejut dan kehilangan yang mendalam. Maju Simanungkalit dikenal sebagai sosok yang ramah dan memiliki dedikasi tinggi dalam menjalankan tugas jurnalistiknya

Pada sabtu 24 Januari 2026 sikitar Pukul 17.00 WIB, rombongan wartawan Partungkoan Tanggul tiba di rumah duka, untuk melaksanakan kebaktian singkat secara agama Kristiani.

Tongam Parapat yang juga sebagai wartawan dari media online Top Sumut. Memimpin kebaktian, juga menyampaikan rasa empati dan rasa duka.

Walpon Barinbing, sebagai Humas Polres Taput yang tergabung sehari-hari dalam Partungkoan wartawan tanggul Tarutung mengucapkan duka yang mendalam, dan mencucurkan air mata yang tidak tertahankan lagi. menceritakan kedekatan sebagai teman dan sudah diangap saudara atau adek.

Mewakili rekan-rekan pers, Marudut Nainggolan, Wartawan Realitas on line juga emenyampaikan kata-kata terakhir dan penghiburan kepada keluarga yang ditinggalkan.

Lamhot Silaban ST, sebagai ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC SPRI Taput) menyampaikan kata turut berduka yang mendalam.

Bangun MT Manalu, Pimpinan Redaksi Media Editorial24jam.com menyampaikan kepada keluarga Besar Simanungkalit, agar tabah mengahadapi segala cobaan yang sudah terjadi. Tuhan tidak akan memberikan cobaan diluar batas kemampuan manusia, ujarnya.

Sebagai Rasa sosial dan Turut Berduka, Komunitas Wartawan tanggul Tarutung menyampaikan pengganti krans bunga Turut Berduka yang disampaikan Friska Panjaitan.

Doa syafaat di pimpin Jansen Simanjuntak. dan ditutup dengan Doa Bapak Kami Yang Di sorga.

Maju Simanungkalit (Bapak Rani) Lahir pada 26/09/1975, Meninggal Dunia pada 24/01/2026 di Usia 50 Tahun.

Akan dikebumikan pada hari minggu, 25/01/2026. Meninggalkan istri Mak Rani Boru Panjaitan, dan tiga orang anak perempuan antara Lain:

1.Rani Simanungkalit yang masih duduk di Kelas 6 SD Negeri 177652 Hau Sisadasada.

2.Sarah Simanungkalit Kelas 4

SD Negeri 177652 Hau Sisadasada.

3.Ctra Lestari Simanungkalit TK BINA KREATIF.

(Bangun MT Manalu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *