Wabup Taput Bersama MENKRAF Hadiri “Tona Sian Huta” di Silangit, Diring Pelestarian Buday dan Ekraf Danau Toba

Tapanuli Utara – (BIN) – Wakil Bupati Tapanuli Utara, Dr. Deni Parlindungan Lumbantoruan, M.Eng., bersama Menteri Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Teuku Riefky Harsya, menghadiri Pagelaran Opera dan Konser Musik “TONA SIAN HUTA – Dari Danau Toba untuk Dunia” di Gedung Jetun Silangit, Kecamatan Siborongborong.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pelestarian budaya Batak sekaligus penguatan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di kawasan Danau Toba.

*Tinjau Produk UMKM Lokal*

Sebelum mengikuti rangkaian acara, Wabup bersama Menkraf RI dan rombongan meninjau stan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Beragam produk unggulan Tapanuli Utara ditampilkan, mulai dari kuliner, kerajinan tangan, hingga kain ulos. Peninjauan ini merupakan bentuk dukungan terhadap pengembangan UMKM lokal agar semakin berdaya saing dan mampu menjangkau pasar lebih luas.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Ir. Lamhot Sinaga, perwakilan Kementerian Pariwisata, perwakilan Kementerian UMKM, Bupati Samosir, Wakil Bupati Toba, Ketua Umum Persatuan Artis Batak Indonesia (PARBI) Charlie Hutasoit, unsur Forkopimda, kepala daerah, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, pelaku seni dan budaya, pelaku UMKM, serta tamu undangan lainnya.

*Padukan Opera Batak dan Musik Modern*

Pagelaran “TONA SIAN HUTA” menghadirkan perpaduan opera Batak dan konser musik dengan kemasan modern. Pertunjukan ini menjadi media pelestarian warisan budaya sekaligus sarana promosi potensi pariwisata, ekonomi kreatif, dan produk UMKM Tapanuli Utara.

Melalui kegiatan ini diharapkan budaya Batak semakin dikenal luas dan mampu menarik kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara ke kawasan Danau Toba.

Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara menyambut baik penyelenggaraan kegiatan tersebut sebagai bentuk kolaborasi antara pemerintah, komunitas seni, dan berbagai pemangku kepentingan dalam mendorong pengembangan ekonomi kreatif berbasis budaya.

(BMT.Manalu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *