Kepsek SMP Muhammadiyah 2 Wonosobo Diduga Akali LPJ Dana BOS dengan Dokumentasi Foto AI

Tanggamus – (BIN) – Sebuah pertanyaan serius kini mengarah ke SMP Muhammadiyah 2 Wonosobo, Kecamatan Wonosobo, Kabupaten Tanggamus.

Jika sejumlah kegiatan yang tercantum dalam pertanggungjawaban dana BOS benar-benar dilaksanakan, mengapa dokumentasinya diduga harus “dibantu” teknologi AI?

Dugaan tersebut mencuat dari informasi internal sekolah yang diterima media ini. Sumber menyebut kepala sekolah SMP Muhammadiyah 2 Wonosobo, Dwi Apriyani, bersama bendahara tengah menyusun laporan pertanggungjawaban penggunaan dana BOS.

Namun, dalam proses penyusunan laporan itu, muncul dugaan bahwa dokumentasi sejumlah kegiatan dibuat atau dimanipulasi menggunakan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

Yang membuat persoalan semakin serius, sumber menyebut kegiatan yang dokumentasinya dipermasalahkan tersebut diduga tidak benar-benar terlaksana.

“Kepala sekolah dan bendahara mengakali foto kegiatan menggunakan AI, padahal sebenarnya kegiatan ekskul dan lainnya tidak terlaksana,” ujar sumber internal sekolah.

Teknologi AI sebenarnya bukan inti persoalannya. Yang harus dijawab justru sederhana, apakah kegiatan yang dilaporkan memang terjadi?

Jika sebuah kegiatan benar-benar dilaksanakan, semestinya terdapat jejak yang dapat diverifikasi selain foto.

Ada jadwal kegiatan. Ada peserta. Ada guru pembina atau penanggung jawab. Ada lokasi. Ada bukti pembelian atau pembayaran. Ada daftar hadir. Ada laporan kegiatan.

Bahkan jika diperlukan, siswa dan guru yang disebut terlibat dapat dimintai keterangan. Karena itu, keaslian sebuah foto hanya salah satu pintu masuk pemeriksaan.

Jika dana BOS telah dicairkan untuk sebuah kegiatan, maka pertanyaan berikutnya adalah ke mana uang tersebut mengalir dan apa yang benar-benar dibeli atau dibayarkan.

Sumber internal tersebut juga mengungkap bahwa kepala sekolah dan bendahara disebut beberapa kali dipanggil ke Inspektorat.

Pemanggilan terakhir, menurut sumber, berkaitan dengan persoalan dokumentasi kegiatan.

“Kepsek dan bendahara beberapa kali dipanggil Inspektorat, terakhir kemarin masalah dokumentasi kegiatan, yaitu mengakali foto-fotonya menggunakan AI,” ungkap sumber.

Parahnya lagi, penyusunan laporan pertanggungjawaban penggunaan dana BOS bukan pertama kali dilakukan dengan dugaan dokumentasi sejumlah kegiatan dibuat atau dimanipulasi.

“Akal-akalan seperti itu sudah berlangsung lama, pokoknya setau saya sejak 3 tahun terakhir” tandasnya.

(HAZWARSYAH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *