PUTUS RANTAI KOMANDO! 116 OTAK NARKOBA LAMPUNG DIASINGKAN KE PULAU NUSAKAMBANGAN

Kota Bandar Lampung – (BIN) – Lapas Narkotika Kelas IIA Way Hui berubah jadi medan operasi senyap, Sabtu malam (6/6/2026). Pukul 20.00 WIB, 116 warga binaan kasus narkotika dengan stempel “HIGH RISK” digelandang keluar satu per satu. Tujuan: Pulau Nusakambangan, Cilacap – kuburan terakhir para bandar narkoba.

Pemindahan ini bukan rutinitas. Ini deklarasi perang negara ke komando narkoba dari balik jeruji.

*SIAPA “HIGH RISK” YANG DIBUANG?*

Label “High Risk” dari Kemenkumham itu vonis sosial. 116 orang ini punya 3 dosa besar:

1*Bandar/Otak Jaringan* → Pengendali utama bisnis narkoba lintas daerah

. *Bengal di Lapas* → Punya rekam jejak rusuh, bikin onar, melawan petugas

*Komandan dari Penjara* → Bisnis narkoba tetap jalan walau badan dipenjara. HP rakitan + kode jadi senjata

“Way Hui udah nggak aman kalau otaknya masih di sini. Bisa jadi pusat komando baru,” jelas sumber Kanwil Ditjenpas Lampung.

*ADEGAN MENCEKAM JAM 8 MALAM*

Gerbang baja lapas dibuka. Suasananya hening, mencekam.- *Kepala Tertutup Karung*: Biar nggak kenal jalan, nggak bisa kasih kode ke luar- *Borgol Tangan-Kaki*: Double pengaman. Langkah mereka terbatas, mustahil kabur- *Bus Lapas Taktis*: Kaca hitam, kedap suara, dikawal ketat

*Gegana Siaga Tempur*: 4 personel Detasemen Gegana Satbrimob Polda Lampung jadi tameng hidup. Rompi anti peluru, senjata SS2, siap “tindak tegas terukur” kalau ada penyergapan sesuai SOP

Rute konvoi dirahasiakan. Ada tim “depan” buat buka jalan, tim “belakang” buat sapu bersih titik rawan di Tol Trans Sumatra.

*NUSAKAMBANGAN: ALCATRAZ VERSI INDONESIA*

Kenapa harus dibuang sejauh itu? Karena Nusakambangan itu penjara paling sadis:

*Terisolasi Laut Selatan*: Ombak setinggi rumah. Kabur renang = mati

*Benteng Baja*: Tembok 5 meter + listrik bertegangan tinggi 24 jam

. *One Man One Cell*: 1 orang 1 sel beton 2×3 meter. 23 jam dikunci, minim interaksi manusia

*Zero Sinyal*: Semua gelombang komunikasi di-jammer. Putus total sama dunia luar

Misi utamanya cuma *PUTUS RANTAI KOMANDO*. Biar bandar nggak bisa ngatur bisnis narkoba dari balik jeruji lagi.

Ini bukan keputusan Kalapas Way Hui. Ini instruksi resmi dari Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Kantor Wilayah Lampung. Artinya, negara udah nggak main-main.

Kalapas Way Hui tegas: _”Kami nggak mau Way Hui berubah jadi ‘kantor cabang’ bandar narkoba. Ini demi keamanan warga binaan lain dan masyarakat Lampung.”

(HAZWARSYAH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *