Lampung Utara – (BIN) – Suasana berbeda terasa di laboratorium komputer SMPN 2 Abung Semuli selama empat hari, 6–9 April 2026. Puluhan siswa tampak fokus menatap layar, sesekali mengerutkan dahi, lalu tersenyum lega saat menekan tombol “selesai”. Mereka sedang mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026.
Kepala SMPN 2 Abung Semuli memastikan seluruh rangkaian TKA berjalan lancar dan sukses. “Alhamdulillah, semua masalah bisa teratasi. Anak-anak dan panitia luar biasa,” ujarnya saat ditemui usai penutupan, Jumat 11 April 2026.
*Dari Teori ke Aksi Nyata*
Menurut Kepala Sekolah, nilai paling penting dari TKA tahun ini bukan sekadar angka. “Hasil umumnya, anak-anak mendapatkan pengalaman baru dalam belajar. Yang tadinya hanya teoritis di kelas, dengan TKA mereka dipaksa mengaplikasikan langsung,” jelasnya.
Ia mencontohkan, soal-soal TKA menuntut siswa berpikir kontekstual dan menyelesaikan masalah, bukan sekadar menghafal. “Ini yang kami kejar. Anak-anak jadi tahu gunanya rumus yang mereka pelajari.”
*Tepat Waktu dengan Pengawas Silang*
TKA di SMPN 2 Abung Semuli digelar tepat waktu pada 6–9 April 2026, seluruhnya terpusat di lab komputer sekolah. Agar pelaksanaan objektif dan transparan, sekolah menerapkan sistem pengawas silang.

“Penanggung jawabnya saya langsung sebagai kepala sekolah. Untuk teknis, kami bentuk panitia dari guru-guru. Ada juga guru yang bertugas sebagai proktor dan teknisi. Pengawasnya kami datangkan dari SMPN 1 Abung Semuli,” papar Kepsek. Kolaborasi antar sekolah ini disebut jadi kunci kelancaran tes.
*Jadi Tolak Ukur Mutu Sekolah*
Bagi SMPN 2 Abung Semuli, TKA 2026 punya makna strategis. “Tahun ini TKA dijadikan tolak ukur kualitas pendidikan di sekolah. Hasilnya jadi cermin untuk kami berbenah,” tegas Kepala Sekolah.
Tak hanya itu, bagi siswa kelas akhir, TKA juga krusial. “Hasil TKA menjadi salah satu persyaratan mendaftar ke sekolah lanjutan. Jadi anak-anak betul-betul serius,” tambahnya.
*Gangguan Server Cepat Teratasi*
Layaknya ujian berbasis komputer skala besar, kendala teknis tak sepenuhnya absen. “Kendala pasti ada. Kemarin sempat ada gangguan server pusat,” akunya jujur.
Namun, Kepsek memastikan gangguan itu tidak sampai mengganggu konsentrasi siswa. “Tim proktor dan teknisi kami sigap. Begitu ada notifikasi, langsung koordinasi dan ditangani. Tes tetap jalan sesuai jadwal. Ini bukti kesiapan tim kami,” katanya dengan nada bangga.
*Kerja Bareng Kunci Sukses*
Menutup perbincangan, Kepala SMPN 2 Abung Semuli menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat. Mulai dari panitia, proktor, teknisi, pengawas silang dari SMPN 1 Abung Semuli, hingga orang tua yang mendukung anak dari rumah.
“TKA ini sukses karena kerja bareng. Harapannya, pengalaman ini jadi bekal anak-anak. Mereka tidak menunggu hebat untuk berbuat, tapi berbuat dulu untuk menjadi hebat,” pungkasnya, mengutip semangat yang juga digaungkan di Tanggamus Expo beberapa hari lalu.
Dengan berakhirnya TKA, SMPN 2 Abung Semuli kini fokus pada pengolahan hasil dan persiapan pendampingan siswa menuju jenjang berikutnya.
(*)






